Septikemia enterik lele atau penyakit lubang di kepala lele adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Edwardsiella ictaluri, yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang sangat menular dan bisa dibilang menyerang semua jenis lele dan juga beberapa jenis ikan lain seperti salmon, trout dan ikan gabus. 

Penularan penyakit ini terjadi melalui mulut dan kotoran, perilaku kanibalisme ikan, kontak dengan air tercemar dan peralatan perikanan yang sudah terkontaminasi bakteri. 
Penyakit muncul terutama pada suhu air antara 18°C sampai 28°C, saat musim  semi dan musim gugur. Stres pada ikan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi munculnya penyakit ini. 

Saluran usus adalah bagian utama yang terinfeksi septikemia akut kemudian radang otak kronis diduga terbentuk setelah bakteri memasuki ikan melalui kantung penciuman. Ikan lele yang mampu bertahan akan membawa bakteri dalam saluran ususnya. Bakteri juga bisa bertahan tiga sampai empat bulan di air kolam, lumpur dan vegetasi. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk selalu mendisinfektasikan semua peralatan perikanan.


Diagnosis
Ciri-ciri ikan lele yang terinfeksi penyakit bakteri ini diantaranya adalah ikan yang terinfeksi sering menunjukkan gejala berenang lesu, tidak normal, berenang tidak tentu arah dan berenang berputar-putar. Ikan juga biasanya akan kehilangan nafsu makan dan muncul tonjolan di kepala. 

Tanda-tanda patologis berat dalam bentuk radang otak kronis adalah: 
  • Pembengkakan di atas kepala dan eksposur otak ('lubang di kepala') 
  • Peradangan granulomatosa otak. 

Tanda-tanda patologis berat dalam bentuk septikemia akut adalah: 
  • Insang pucat 
  • Kulit gelap (diamati pada spesies lain selain ikan lele) 
  • Ada bintik-bintik putih kecil di kulit 
  • Meningkatnya bercak kulit, dan bisul disisi-sisi kepala 
  • Perdarahan di dasar sirip, di sekitar mulut, dan tenggorokan, operkulum (tutup insang) dan perut 
  • Exophthalmos 
  • Perut bengkak 
  • Asites (cairan dalam rongga perut)

Semoga Bermanfaat!
Redaktur: Riki Suharda

Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW



0
Penyebab penyakit mulut merah pada ikan adalah bakteri Yersinia Ruckeri. Ada beberapa serotipe dari bakteri dengan sistem klasifikasi yang didasarkan pada sel dan dinding sel antigen. Serotipe bakteri yang bertanggung jawab untuk penyakit mulut merah adalah dari strain Hagerman, serotipe O1a, yang dianggap paling mematikan. Penyakit ini ditandai dengan pendarahan subkutan mulut, sirip, dan mata. Kasus sering terjadi di peternakan ikan dengan kualitas air yang buruk. 

Penyakit mulut merah ini diketahui menginfeksi berbagai ikan dari segala usia. Penyakit ini menyebabkan keracunan darah pada ikan karena bakteri menyebar ke seluruh tubuh melalui darah. Wabah biasanya dimulai dengan kematian yang rendah kemudian perlahan-lahan meningkat. Tingkat keparahan wabah tergantung pada strain dan kehadiran pemicu stres lingkungan. 

Penyakit ini dapat ditularkan secara horizontal melalui kontak dengan ikan yang terinfeksi atau perantara, yang mungkin tidak ada menunjukkan tanda-tanda penyakit. Ikan-ikan terinfeksi merupakan perantara utama penyebaran penyakit ini ditambah situasi stress pada lingkungkan contohnya ketika terjadi peningkatan suhu. Penularan secara vertikal dari ikan untuk telur juga mungkin terjadi tetapi belum terbukti secara ilmiah. 

Diagnosis 
Ikan yang terinfeksi dengan penyakit ini biasanya memisahkan diri dari ikan-ikan yang lain dan terlihat gelisah. Kematian awal akan rendah namun meningkat secara bertahap. 

Tanda-tanda patologis yang bisa diamati adalah: 
  • Warna tubuh gelap 
  • Pendarahan di dasar sirip dan berlubang 
  • Kemerahan pada penutup insang, mulut, gusi, langit-langit dan lidah 
  • Eksoftalmos 
  • Kehilangan selera makan 
  • Cairan dalam rongga perut 
  • Pendarahan pada hati, pankreas, caeca pilorus, kandung kemih dan lateral permukaan otot 
  • Limpa hitam dan membesar 
  • Usus bawah meradang dan mengandung cairan kuning kental. 
Pengobatan dan Pencegahan
Beberapa antibiotik yang tersedia dapat digunakan untu pengobatan penyakit mulut merah pada ikan. Vaksin juga dapat digunakan dalam pengobatan dan pencegahan penyakit. Manajemen budidaya seperti memelihara kualitas air dan kepadatan tebar rendah sangat penting untuk pencegahan penyakit. Sangat disarankan untuk selalu disinfektasikan peralatan tambak dengan Halamid.


Semoga Bermanfaat!
Redaktur : Riki Suharda





















Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW

0

Cara memasang kincir aerasi yang baik dan benar itu adalah suatu keharusan, perlu juga diingat beberapa topik permasalahan yang sering petambak jumpai, seperti Magnetic Switch loncat, dikarenakan sesuatu yang bermasalah pada mesin motor nya, dan dari itu harus segera dicek oleh teknisi khusus dinamo/ motor untuk mengecek mesin motor.


Semoga Bermanfaat!
Redaktur : Tedjamukti




















Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW
0

Mengingat pentingnya oksigen terlarut di dalam tambak, alangkah baiknya jika senantiasa dilakukan pengukuran kadar oksigen dengan water test kit atau DO Meter. Dan jika ditemukan fakta bahwa oksigen semakin menurun, oksigen dapat diperoleh secara alami maupun dari aerator buatan yang dipasang pada tambak.

Ada berbagai metode dan cara yang bisa dilakukan untuk menambah kandungan oksigen terlarut dalam air tambak, sehingga kebutuhan oksigen untuk ikan tercukupi sesuai kebutuhan. Anda bisa menambahkan kincir air, turbopro aerator dan lainnya untuk menambahkan kandungan oksigen pada kolam/tambak.

Semoga Bermanfaat!

Redaktur : Tedjamukti















Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW
0
Taukah Anda, bila logam berat ada dalam tubuh hewan perairan, bukan hanya ikan/ udang tidak dapat hidup dan berkembang biak dengan baik, tetapi manusia sebagai konsumen juga akan meraup dampak nya. Dampak lingkungan yang sudah buruk dan tercemar kembali lagi adalah ulah aksi petambak yang tidak bertanggung jawab berbudidaya. Sembari kita mengontrol pasokan sumber makanan kita, marilah kita melestarikan lingkungan.

Semoga Bermanfaat!

Redaktur : Tedjamukti






















Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW
0
Fosfat secara luas terdapat di hampir segala bidang seharian kita, mulai dari bahan baku pupuk pertanian sampai perawatan air minum. Perlu diketahui, bila kadar fosfat tinggi, ia dapat merangsang pertumbuhan organisme fotosintetik yang tidak bagus untuk lingkungan kita. Maka dari itu pengecekan rutin perlu dilakukan untuk mengontrol kadar phosphate dalam air.


Semoga Bermanfaat!
Redaktur : Tedjamukti



Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW




0


Keberhasilan berbudidaya perikanan selain bergantung pada pemilihan bibit ikan dan pakan yang baik adalah air. Air adalah lingkungan krusial yang memutuskan kesuksesan atau kegagalan ternak tambak Ikan dan Udang di Indonesia.
 

Semoga Bermanfaat!




















Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW
1
Berikut ini akan dijelaskan teknik melakukan jantanisasi pada ikan nila. Semoga bermanfaat untuk rekan-rekan yang ingin membudidayakan tilapia. Karena seperti yang diketahui, membudidayakan ikan nila jantan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari pembudidayaan nila secara umum. 

Jantanisasi nila adalah proses untuk menjadikan ikan nila betina menjadi jantan.
Hal ini dilakukan pada tahap benur. 

Untuk melakukan hal ini, Anda perlu sebuah tangki atau kolam khusus untuk pemijahan sehingga memudahkan kita untuk mengumpulkan benur dalam tahap pertama pemberian pakan (paling lambat satu minggu setelah mereka menetas) 
Setelah tangki disiapkan, kemudian benur secara seragam dipindahkan ke tangki yang nantinya akan kita beri pakan dengan tambahan hormon Methyl Testosterone. 

Pakan untuk jantanisasi disiapkan sebagai berikut: 
  • Campur 30 - 70 mg hormon 17α-Methyltestosterone dengan 700 ml 95% etanol 
  • Tambahkan 700 ml larutan 17α-Methyltestosterone untuk setiap kg pakan, aduk halus sampai rata dan kering sampai etanol menguap dan hilang. Pada tahap ini Anda dapat menambahkan suplemen lain yang dibutuhkan, seperti Aquavit multivitamin. 
  • Campuran pakan ini harus disimpan dilemari pendingin bila tidak akan digunakan segera. 
  • Beri makan benur dengan takaran 10 - 30% dari berat badan per hari, setidaknya empat kali sehari selama 21 - 28 hari. 
  • Benur harus memakan pakan ini selama proses jantanisasi.

Nila jantan lebih disukai untuk budaya karena nila jantan tumbuh lebih cepat daripada betina. Betina menghabiskan energi yang cukup besar dalam proses reproduksi dan tidak makan ketika mereka mengerami telur. Hal ini yang membuat bobot nila betina berkurang. 

Budidaya nila jantan memungkinkan periode budaya yang lebih lama, tingkat cadangan yang lebih tinggi dan ketersediaan benih dari segala usia. Penebaran ikan dengan kepadatan tinggi mengurangi tingkat pertumbuhan individu, tetapi hasil per satuan luas yang lebih besar. 

Jika masa pembesaran lama, bobot ikan nila jantan bisa sampai 500 gram. Dengan tingkat hidup sampai 90% dibanding betina. Disisi lain, hal yang merugikan dari budaya nila monoseks atau jantanisasi adalah tidak adanya ikan betina.

Untuk tingkat penebaran benur seperti yang dilakukan di Negara lain, mereka melakukan penebaran 2 ekor/m2. Dan menghasilkan nila dengan bobot 1 kg/m2. Pada tingkat penebaran ini berat badan akan naik setiap hari berkisar 1,5-2,0 gram. Periode budaya 6 bulan atau lebih diperlukan untuk menghasilkan ikan yang beratnya hampir 500 gram. 

Tingkat penebaran bisa juga dilakukan dengan intensitas 6 ekor/m2 yang akan menghasilkan produksi hingga 3 kg/m2. Tetapi dengan catatan penebaran dengan kepadatan tinggi akan memerlukan aerasi air yang cukup dan takaran pakan yang cermat agar kualitas air tetap terjaga dan tidak terjadi endapan merugikan.

Semoga Bermanfaat!

Semoga Bermanfaat!
Redaktur : Riki Suharda

Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW

0
Dalam air terdapat berbagai macam zat yang terlarut didalamnya yang mempengaruhi kualitas air tersebut. Dengan banyaknya zat yang terlarut dalam air akan mempengaruhi kualitas dari air tersebut.
Dengan mengunakan alat pengukur kualitas air, kondisi air dapat dimonitor untuk menjaga terjadinya hal yang merugikan petambak.



Semoga Bermanfaat!
Redaktur : Tedjamukti
























Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW
0


Apollo Submersible Pump (Pompa Celup Air Tambak) berfungsi sebagai pemompa air didalam tambak, dengan menggunakan apollo submersible pump mempermudah para petambak untuk memindahkan atau mendorong air di dalam tambak ke permukaan. Apollo submersible pump juga dapat digunakan pada sumur bor, kolam tambak udang/ ikan, irigasi pertanian dan juga drainase.



Semoga Bermanfaat!
Redaktur : Tedjamukti

Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW










0
Apakah Parasit itu? 
Parasit adalah organisme yang hidup di dalam tubuh organisme lain yang lebih besar dan berasal dari spesies yang berbeda (host). Parasit hidup merugikan inang yang ditumpanginya. Dan juga, tergantung pada spesies, pengaruh parasit pada tubuh inangnya bisa sementara atau permanen. Bakteri dan virus diklasifikasikan sebagai parasit di beberapa cabang biologi. 


Bisakah parasit membunuh ikan? 
Parasit umumnya tidak membunuh inang, tetapi pada kondisi tertentu parasit akan memberikan pengaruh merugikan bagi populasi inang, dalam hal ini ikan. Parasit memiliki pengaruh dalam kelangsungan hidup inangnya. Misalnya saja ketika parasit banyak dan ikan terserang penyakit lain, ikan akan mudah mati karena parasit sudah duluan melemahkan daya tahan tubuh ikan. Efek parasit pada ikan diantaranya: 
  • Menghancurkan jaringan 
  • Mengurangi darah dan cairan sel 
  • Menyerap nutrisi yang diperlukan inang 
  • Memungkinkan terjadinya infeksi 
Apakah semua ikan memiliki parasit? 
Ya, pada kenyataannya parasitisme adalah wajar dan normal. Hal ini terjadi pada seluruh jenis tanaman dan di setiap kelompok utama dari hewan. Biasanya, parasit ikan tidak terlihat, tapi kadang-kadang peternak ikan bisa dengan jelas melihat tanda-tanda infeksi atau parasit. 

Dapatkah kita makan ikan yang sakit atau diparasiti? 
Dianjurkan untuk benar-benar memasak semua ikan yang hendak anda makan, minimal pada suhu 60°C selama setidaknya lima menit, atau membekukan ikan pada suhu dibawah 0°C selama 48 jam. Meskipun beberapa parasit membuat ikan jelek bentuknya dan rasanya tidak enak, tapi sangat sedikit parasit ikan yang berpengaruh ke manusia. Bahkan ketika ikan menunjukkan tanda-tanda jelas penyakit atau parasit, ikan masih dapat dimakan setelah dimasak, dibakar, atau disimpan dibawah titik beku. 

Apa parasit yang paling umum ? 
Karena mereka mudah dilihat, "belatung" (Cacing, Trematoda) adalah parasit yang paling umum dilaporkan hidup pada ikan. Penyakit yang disebabkan oleh parasit cacing dapat dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu: Platyhelminthes, Nematoda, dan Acanthocephala. 

Berikut adalah cara pencegahan agar parasit tidak menyerang ikan di kolam/tambak: 
  • Menjaga kebersihan kolam dan air yang digunakan. Kolam sebaiknya dikeringkan secara berkala, bahkan jika perlu dilanjutkan dengan perlakuan bahan kimia atau pengapuran dan tidak mengunaka dolomit. 
  • Peralatan yang digunakan untuk menangkap atau menangkut ikan harus dijaga jangan sampai mengandung organisme yang membahayakan ikan. Maka dari itu, disinfektan peralatan tambak dengan Halamid sangat dianjurkan.
  • Menjaga kondisi ikan agar selalu dalam keadaan sehat dan memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Hal ini dapat dilakukan dengan memberinya makanan bergizi yang mengandung cukup vitamin C dan multivitamin yang dibutuhkan untuk menambah daya tahan tubuh. 


Semoga Bermanfaat!

Semoga Bermanfaat!
Redaktur : Tedjamukti



Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW


0
Sering ditanyakan komposisi ideal untuk membuat pakan ikan air tawar itu bagaimana sih? Sebenarnya bisa dibilang tergantung jenis ikan dan tahapan pemeliharan, ukuran dari ikan yang dibudidaya. Sebagai contoh, untuk ikan patin biasanya membutuhkan pakan dengan kandungan protein mencapai 28-30% di fase pertumbuhan (2 bulan ke atas). Sedangkan di fase pendederan membutuhkan proteinn antara 30-32%.

Diketahui, saat ini Kementrian Kelautan dan Perikanan sedang menggalakkan program Gerpari (Gerakan pakan mandiri), dimana para pembudidaya membuat pakan sendiri menggunakan bahan baku lokal yang ada dengan kandungan protein hampir sama dengan pakan pabrikan. Beberapa hal yang dibutuhkan dalam membuat pakan buatan yaitu formulasi, proses pembuatan pakan, dan kontrol kualitas.

Dua bahan baku yang wajib ada dalam formulasi adalah tepung ikan dan tepung kedelai. Tepung ikan sangat bervariasi dan yang biasa dipakai adalah 60% Ikan Tuna. Bahan baku lainnya terdiri dari dedak, minyak ikan, minyak nabati, vitamin, mineral, perekat dan bahan lain sebagai tambahan.

Sedangkan untuk persentase bahan baku dalam formulasi tergantung nilai gizi bahan baku (hasil analisa proksimat). Beberapa hal yang perlu disiapkan dalam pembuatan pakan formulasi diantaranya, data hasil analisa kandungan gizi bahan baku/ analisa proximat (kandungan protein, lemak, serat kasar, abu, dll), bahan baku harus berbentuk tepung dan harga bahan baku. Untuk program pakan mandiri yang sudah berjalan di Desa Sawah Baru, Kecamatan Kampar Timur, Kabupaten Kampar Provinsi Riau, kualitas bahan baku dilihat melalui uji proksimat yang dilakukan di laboratorium milik Balitbang KP di Bogor.

Jumlah kisaran penggunaan bahan baku dalam formulasi pakan
Tepung Ikan, 20-40%, Kandungan Protein >50%
Tepung Kedelai, 20-30%, Kandungan Protein >45%
Dedak, 30-40%, Kandungan Protein >9%
Minyak Ikan, 2-3%, Warna kuning coklat dan jernih
Minyak Nabati, 1-2%, Warna kuning coklat dan jernih
Vitamin, 2-3%, Vitamin Mix
Mineral, 102%, Mineral Mix, seperti Aquavit Multivitamin yang mengandung Vitamin & Mineral
Perekat, 2-3%, Tapioka/ Terigu

Proses pembuatan
  • Harus diketahui, nilai gizi bahan baku hasil analisa proksimat yang akan digunakan beserta harga tiap bahan baku.
  • Tentukan kandungan protein dari pakan yang akan dibuat. Selanjutnya rancang atau buat formulasi.
  • Pengolahan bahan baku agar berbentuk tepung. Jika bahan baku dalam bentuk kering bisa langsung ditepungkan menggunakan penepung.
  • Penimbangan bahan baku sesuai formulasi yang dibuat.
  • Masukan bahan baku dengan persentasi besar dalam formulasi kedalam mixer. Bahan dengan persentasi rendah (vitamin, mineral, minyak ikan, minyak nabati dan perekat), dicampur terlebih dahulu menggunakan bak plastik sebelum masuk kedalam mixer. Tambahkan air mendidih 3-5%, mixing dilakukan selama -/+ 15-20 menit.
  • Pencetakan dengan mesin cetak. Saat ini mesin pencetak yang banyak digunakan adalah mesin pencetak dengan hasil kering. Hasil cetakan hanya di angin-anginkan saja untuk selanjutnya dapat dikarungkan.


Sumber: Ir. Muh. Sulhi, Peneliti Bidang Nutrisi dan Teknologi Pakan BPPBAT Bogor


Semoga Bermanfaat!
Redaktur : Tedjamukti



Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW



0

Dalam usaha budidaya perikanan, selain pemilihan pakan dan vitamin yang baik untuk ikan adalah menghasilkan bibit ikan dengan kualitas terbaik dalam waktu yang cukup singkat. Salah satu car menghasilkan bibit ikan yang bagik aalah digunakan hormon untuk merangsang pematangan gonad pada induk betina dengan hormon Wofa-FH.


Semoga Bermanfaat!
Redaktur : Tedjamukti


Hubungi Customer Sales Representative kami di:
Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW

0
Sering dihadapi dalam pembesaran ikan, sebutlah lele yang biasanya kematian terjadi pada ikan yang berumur 3-4 minggu. Salah satu penyebab kematian diduga adalah kondisi faktor cuaca yang berubah-ubah, sehingga mengakibatkan kualitas air berfluktuasi dari waktu ke waktu. Hal ini menimbulkan stress pada ikan, dan jika kualitas air memburuk maka ikan yang dalam kondisi stres akan mudah terserang penyakit dan akhirnya mati.

Untuk mengurangi stress yang terjadi pada ikan hal pertama yang harus dilakukan adalah mengurangi pemberian pakan dan tambahkan kincir air untuk menjaga oksigen dalam air. Jika pakan dikurangi maka metabolisme tubuh akan menyesuaikan, lebih sediki energi digunakan untuk mencerna dan mengolah makanan, sehingga energi akan lebih banyak digunakan untuk perawatan tubuh ikan. Disamping itu, pengurangan jumlah pakan juga akan mengurangi limbah sisa pakan yang sering menjadi endapan dan alhasil kualitas air menurun. Selanjutnya, perbaikan air kolam yang biasa terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara bahan organik yang terdapat di dalam kolam dengan bahan organik yang dapat diuraikan oleh bakteri. Ketidakseimbangan ini dapat mengakibatkan munculnya senyawa beracun dalam air dan berkembangnya bakteri patogen.

 

Oleh karena itu kita harus berusaha menyeimbangkan kondisi kualitas air dengan cara menambah jumlah bakteri yang dapat menguraikan bahan organik dengan cepat tanpa menimbulkan senyawa beracun. Salah satunya adalah dengan menggunakan bakteri fotosintesis (PSB).

Untuk memperbaiki kondisi air yang telah menurun maka digunakan dosis 100 ppm yang diberikan setiap 2 hari. Tujuannya adalah untuk meningkatkan populasi bakteri PSB secara cepat sehingga dapat mendominasi populasi bakteri dalam kolam. Tumbuhnya bakteri PSB akan menekan pertumbuhan populasi bakteri lainnya sehingga senyawa beracun dapat berkurang. Pemberian PSB tetap dilanjutkan hingga warna air jadi hijau kemerahan dan bersifat stabil. Pada saat itu, kondisi ikan sehausnya juga semakin baik, kematian sudah berkurang. Selanjutnya pakan yang diberikan mulai ditambah sedikit demi sedikit. Sementara itu dosis PSB juga mulai dikurangi, hingga akhirnya menjadi 10 ppm. Pemberian PSB tetap dilanjutkan sampai ikan lele dipanen.

Semoga Bermanfaat!
Redaktur : Cherrie Gisela 


Hubungi Customer Sales Representative kami di:

Indah Sari Windu
Medan:
 Jl. Sutomo No. 560, Medan, Sumatera Utara, 20231, Indonesia
Surabaya: Pergudangan Tanrise Westgate Diamond, Blok B-16, Wedi, Gedangan, Sidoarjo 61254, Indonesia

Up : Tedja ISW


0